You are here: Home

AIPGI - Asosiasi Institusi Pendidikan Gizi Indonesia

banner
banner
banner
banner

Uji Coba Borang Evaluasi Diri

Pihak AIPGI sepenuhnya menyadari bahwa untuk memperoleh borang yang baik, valid dan dapat digunakan oleh semua institusi pendidikan gizi di Indonesia dibutuhkan proses. Salah satunya adalah dengan melakukan evaluasi terhadap draft borang yang telah disusun sebelumnya. Oleh karena itu, pada tanggal...

Read more...

Penyusunan Borang Evaluasi Diri Institusi Pendidikan Gizi

Borang adalah komponen penting dalam proses visitasi yang akan dijalankan oleh institusi anggota AIPGI. Oleh karena itu, pada bulan Maret hingga April 2011, pengurus harian AIPGI melakukan serangkaian rapat kerja dalam usaha untuk melakukan penyusunan borang evaluasi gizi Institusi Pendidikan Gizi....

Read more...

Pengawasan, Pengendalian dan Pembinaan Institusi

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan ahli gizi di Indonesia, baik itu di rumah sakit, puskesmas maupun penyelenggaraan makanan masal, maka Institusi Pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan gizi pun turut mengalami peningkatan dari segi jumlah. Kini banyak Institusi swasta maupun negri yang juga...

Read more...

Tindak Lanjut Pendirian Profesi

Pada tanggal 11 Februari 2011 di Kampus IPB Baranangsiang Bogor dilakukan rapat Komisi I AIPGI membahas mengenai Pendirian Profesi Gizi di Indonesia. Rapat yang dimulai pada pukul 13.00 WIB tersebut bertujuan untuk berbagi pengalaman penyelenggaraan program sarjana gizi (S.Gz) dan profesi gizi (RD)...

Read more...

PENDIRIAN PROFESI GIZI DI INDONESIA

Sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan serta tuntutan akan adanya ahli gizi di Indonesia, pendidikan gizi telah berdiri dan berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Institusi pendidikan gizi yang dimulai dari program D1 kini telah mengalami kemajuan yang pesat mengikuti perkembangan di dunia kesehatan hingga pada tahap pendidikan sarjana (S1) bahkan doktor (S3).

Meskipun demikian, tuntutan akan perkembangan ilmu gizi tidak hanya terbatas pada taraf akademis saja, melainkan juga pada taraf profesi. Pendidikan profesi gizi yang telah dikenal luas di dunia barat kini mulai menyebar ke seluruh dunia. Hal ini tidak lain adalah sebagai implikasi dari ikut meningkatnya standar pelayanan dan kualitas dunia kesehatan serta semakin kompleksnya masalah kesehatan yang dihadapi manusia akhir-akhir ini.

Meskipun pendidikan profesi gizi di dunia berkembang sangat pesat bahkan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara telah menerapkan pendidikan profesi gizi, peran institusi pendidikan gizi di Indonesia agaknya masih belum optimal dalam mengejar ketinggalan tersebut. Oleh karena itu, sebelumnya Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) dan Asosiasi Pendidikan Gizi Indonesia (AIPGI) telah melakukan diskusi yang cukup intensif mengenai penyelenggaraan pendidikan profesi di Indonesia. Salah satu alasan kuat yang menjadi pertimbangan dalam pendirian pendidikan profesi gizi adalah karena melihat pasar yang sebenarnya cukup luas di masyarakat. Selain itu, AIPGI juga melihat kemungkinan kurangnya daya bersaingnya lulusan S1 yang dimiliki saat ini dengan lulusan profesi gizi yang dihasilkan oleh institusi pendidikan gizi di luar negeri di era globalisasi seperti saat ini.

Dengan mengacu pada visi AIPGI yaitu “mengantarkan institusi pendidikan gizi menjadi institusi yang secara Aktif meningkatkan mutu pendidikan, dengan manajemen profesional, mandiri, bervisi global untuk mendapat pengakuan nasional maupun internasional” maka pada tanggal 11 Februari 2011 di Kampus IPB Baranangsiang Bogor dilakukan rapat kerja untuk memutuskan institusi pendidikan mana saja yang direkomendasikan untuk melaksanakan kegiatan profesi. Berdasarkan rapat tersebut diputuskan bahwa institusi berikut:

  1. Program Studi S1 GiziKesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
  2. Program Studi S1 IlmuGizi, JurusanGizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang
  3. Program Studi S1 IlmuGizi, Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Institut Pertanian Bogor
  4. Program Studi S1 Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang
  5. Program Studi S1 Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hassanudin Makasar.

telah memenuhi syarat sebagai pionir dalam penyelenggaraan pendidikan gizi di Indonesia. Alasan dipilihnya kelima institusi tersebut adalah karena melihat track record yang dimiliki oleh masing-masing universitas dalam menjalankan kegiatan pendidikan S1 gizi di Indonesia. Dengan pelaksanaan pendidikan profesi gizi ini diharapkan lulusan profesi gizi memiliki daya saing yang tinggi, profesionalisme, dan kompetensi yang jauh lebih baik. Dengan demikian usaha untuk mencapai Indonesia sehat dapat dilakukan dengan lebih lebih baik lagi.

 

 

SIMPOSIUM GIZI NASIONAL 2011

SN2011/

                Klik poster untuk detail..!!!

"Inovasi Terapi Gizi Dalam Penanggulangan Malnutrisi Dan Penyakit Generatif Dengan Pemampaatan Pangan Lokal"

Inovasi terapi gizi penting dilakukan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan pangan dan gizi serta besarnya tuntutan dari masyarakat akan pelayanan gizi yang tepat, efektif dan efisien. Di sisi lain, tantangan berupa masalah-masalah gizi di Indonesia semakin kompleks, menyebabkan kebutuhan yang semakin besar akan pengembangan keilmuan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di bidang gizi serta meningkatkan daya saingnya dalam menghadapi globalisasi.